Sejak kecil kita sering mendengar dan mempercayai banyak hal sebagai "kebenaran mutlak". Namun ternyata, banyak anggapan itu hanyalah mitos yang turun-temurun, bukan kenyataan sesungguhnya. Yuk, kita bedah satu per satu, siapa tahu ada hal yang selama ini kamu yakini, ternyata belum tentu benar!
1. "Matahari Berputar Mengelilingi Bumi" Dulu Dianggap Mutlak Benar
Mitos
Selama berabad-abad orang percaya Bumi adalah pusat alam semesta, dan Matahari serta benda langit lain mengelilinginya.
Fakta
Justru sebaliknya! Bumi mengelilingi Matahari, bukan sebaliknya. Bumi juga berputar pada porosnya sendiri, itulah sebabnya terasa seolah Matahari terbit dan terbenam. Anggapan ini bertahan lama karena penampakan mata memang terlihat seperti itu padahal akal kita yang perlu dibuka lebih lebar.
2. "Makan Permen Bikin Gigi Berlubang" Sebenarnya Bukan Satu-satunya Penyebab
Mitos
Kalau tidak mau gigi berlubang, jangan makan permen atau makanan manis.
Fakta
Gigi berlubang terjadi karena bakteri di mulut mengubah sisa gula menjadi asam, dan asam itulah yang merusak gigi. Jadi bukan gulanya langsung melubangi gigi yang berbahaya adalah gula tertinggal lama di gigi. Makan permen lalu sikat gigi segera jauh lebih aman daripada makan sedikit tapi menempel berjam-jam.
3. "Manusia Hanya Memakai 10% Otaknya" Sangat Keliru!
Mitos
Kita belum memakai potensi otak sepenuhnya, hanya sekitar 10% saja.
Fakta
Kita memakai hampir seluruh bagian otak, sepanjang waktu. Bagian yang berbeda bekerja saat kita berpikir, bergerak, merasa, atau beristirahat. Tidak ada satu pun bagian otak yang diam saja tanpa fungsi. Kalau benar hanya 10% yang dipakai, otak kita tidak akan seberat dan sekompleks ini!
4. "Rambut Basah Bikin Sakit Kepala atau Masuk Angin" Antara Benar dan Tidak
Mitos
Tidur atau keluar rumah dengan rambut basah pasti bikin sakit kepala atau masuk angin.
Fakta
Air dingin atau rambut basah tidak menimbulkan penyakit secara langsung. Penyakit seperti flu dan demam disebabkan oleh virus atau kuman, bukan oleh air dingin. Namun rambut basah bisa menurunkan suhu tubuh dan membuat pertahanan tubuh sedikit menurun, jadi lebih mudah tertular penyakit kalau memang ada kuman di sekitar. Bukan berarti basah = sakit, ya!
5. "Kolesterol di Telur Buruk untuk Jantung" Ternyata Tubuh Mengaturnya Sendiri
Mitos
Makan telur terutama kuningnya akan menaikkan kolesterol dan menyakiti jantung. Sebaiknya batasi maksimal satu butir sehari.
Fakta
Kolesterol dari makanan tidak terlalu berpengaruh pada kadar kolesterol dalam darah. Tubuh sendiri justru memproduksi kolesterol yang dibutuhkan kalau kita makan sedikit, tubuh memproduksi lebih banyak; kalau makan cukup, tubuh mengurangi produksinya. Kecuali kamu punya penyakit tertentu, makan telur tiap hari sangat aman dan sehat!
6. "Minum Air Es Saat Makan Bikin Gemuk" Sama Sekali Tidak Benar!
Mitos
Minum air es saat sedang makan akan membekukan lemak makanan dan bikin gemuk.
Fakta
Air es yang masuk ke tubuh akan segera dihangatkan tubuh hingga suhu tubuh normal, jadi tidak mungkin "membekukan" lemak. Lemak dicerna oleh cairan pencernaan, bukan oleh suhu air. Kalau ada yang gemuk setelah minum air es, kemungkinan besar karena makanannya, bukan airnya!
7. "Bumi Berbentuk Bola Sempurna" Ternyata Sedikit Penyokong!
Mitos
Bumi itu bulat sempurna seperti bola.
Fakta
Karena berputar, bagian khatulistiwa sedikit menonjol dan kutubnya agak datar. Jadi bentuk Bumi lebih tepat disebut geoid mirip bola tapi tidak bulat sempurna. Selisihnya memang kecil, tapi berarti Bumi bukan bola bulat sempurna!
8. "Ikan Tidak Bisa Merasakan Rasa Garam" Justru Sangat Peka!
Mitos
Ikan tidak bisa merasakan rasa, jadi tidak masalah kalau memberi makan berbumbu atau terlalu asin.
Fakta
Banyak jenis ikan memiliki indra perasa yang sangat tajam bahkan bisa merasakan rasa dari jarak jauh di dalam air. Garam atau bumbu dapur bisa mengubah keseimbangan air dalam tubuh ikan dan sangat berbahaya bagi kesehatannya. Jadi jangan memberi makanan berbumbu untuk ikan peliharaan, ya!
Jangan Langsung Percaya, Cari Tahu Lebih Lanjut!
Banyak hal yang kita anggap pasti benar ternyata lahir dari pengamatan yang belum lengkap, kebiasaan turun-temurun, atau sekadar cerita yang terus diulang hingga dianggap fakta. Dunia terus berkembang, ilmu terus bertambah dan kebenaran pun bisa berubah seiring penemuan baru.
Jadi, mulai sekarang: jangan langsung percaya begitu saja! Tanyakan, cari tahu, dan periksa kebenarannya. Siapa tahu hal yang selama ini kamu pegang teguh... ternyata hanya mitos yang belum sempat kamu periksa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar