photo by :Pinterest/Hithika
Sudah lama aku tidak menulis. Hari ini aku kembali dan mau ngobrolin satu hal yang menurutku paling penting, tapi sering banget salah dimengerti atau bahkan dilupakan sama kita semua. Topik ini sebenernya selalu ada, selalu dicari orang, dan rasanya nggak akan ada habisnya buat dibahas.
Jujur sajja aku sendiri sering banget salah paham sama istilah ini. Pas pertama kali dengar kata mencintai diri sendiri atau self-love, yang langsung terlintas di kepalaku itu hal-hal yang terlihat aja. Seperti belanja baju baru, liburan ke tempat indah, makan enak, beli kosmetik mahal, atau manjain diri ke salon. Aku pikir, “Nah, kalau udah ngelakuin semua ini, berarti aku udah sayang banget sama diri sendiri.”
Tapi makin ke sini, makin aku bertumbuh dan belajar banyak hal aku sadar satu hal besar. Ternyata mencintai diri sendiri itu jauh lebih dalam dari sekadar hal-hal indah dan seru yang kelihatan mata aja. Bahkan dulu sempat terlintas pikiran: “Ah, nanti dibilang egois kalau terlalu mikirin diri sendiri, nanti dibilang nggak peduli sama orang lain.” Eh, tapi ternyata salah besar banget pemikiran itu.
Di tulisan ini, aku mau ajak kamu sama-sama ngobrol, saling mengingatkan, dan sama-sama belajar. Bahwa mencintai diri sendiri itu bukan sifat egois, bukan keistimewaan, tapi itu adalah kewajiban kita yang paling utama. Dan ini caranya, yang ternyata lebih sederhana, lebih dalam, dan lebih menenangkan hati.
Mencintai Diri Sama Dengan Berbicara Baik Kepada Diri Sendiri
Coba, kamu perhatikan sebentar, bagaimana cara kamu ngomong sama diri sendiri pas kamu lagi salah, pas kamu gagal, atau pas kamu nggak dapet apa yang kamu mau?
Banyak banget dari kita, yang mulutnya bisa selembut kapas sama orang lain. Pas teman kita jatuh, kita hibur, kita bilang “Nggak apa-apa, kamu udah usaha kok, hebat banget.”
Tapi, pas diri sendiri yang jatuh? Wah, kata-katanya bisa tajam banget, kasar, dan nyakitin. “Kamu emang nggak pantes, bodoh banget, salah terus, nggak bisa diandelin.”
Tahu nggak? Cara kita berbicara kepada diri sendiri itu adalah bentuk cinta atau kebencian yang paling nyata. Kalau kita aja nggak bisa ngomong baik sama diri kita sendiri, masa kita berharap orang lain bakal sayang sama kita? Mencintai diri sendiri itu dimulai dari sini: Belajar jadi pendukung nomor satu buat diri sendiri, bukan musuh terbesar.
Kalau kamu salah, bilang: “Yaudah, wajar, kok manusia itu salah. Ayo kita perbaiki bareng-bareng ya, pelan-pelan aja.”
Kalau kamu lelah, bilang: “Kamu hebat banget udah bertahan sampai sini. Istirahat dulu ya, nggak apa-apa.”
Kata-kata itu kelihatannya sepele, tapi kalau kamu ucapkan terus-menerus ke hati kamu, dampaknya luar biasa banget. Itu cara pertama dan paling dasar kita bilang: “Aku sayang sama kamu, aku menghargai kamu, apa pun keadaannya.”
Memaafkan Masa Lalu: Biarkan yang Pergi
Pergi Satu hal lagi yang sering banget jadi beban berat, dan sering banget kita lupa kita maafkan itu adalah diri kita di masa lalu. Kadang kita sering banget terjebak sama penyesalan. “Duh, kenapa dulu aku bodoh banget ya ngelakuin itu? Kenapa dulu aku nggak lebih berani? Kenapa dulu aku gampang banget percaya orang?”
Kita sering menghukum diri kita sekarang, buat kesalahan yang dilakuin diri kita yang dulu. Padahal, coba ingat waktu itu, kamu ngelakuin itu karena kamu memang belum tahu, karena kamu memang belum paham, dan karena saat itu kamu udah ngelakuin yang terbaik yang kamu bisa dengan pengetahuan dan kemampuanmu waktu itu.
Mencintai diri sendiri artinya: Berani menatap masa lalu, mengambil pelajarannya, lalu mengucapkan maaf sebesar-besarnya ke diri sendiri, dan membiarkannya pergi. Nggak ada gunanya genggam-genggam rasa sakit atau rasa malu yang udah lewat. Itu cuma bikin tangan kamu sakit dan nggak bisa memegang kebahagiaan yang ada di depan mata. Maaffkan diri kamu, ya, kamu berhak dimaafin, apalagi sama diri kamu sendiri.
Saat kamu berhenti menyalahkan diri sendiri, di situlah kamu mulai benar-benar mencintai diri kamu apa adanya. Rasanya lega banget, tenang banget, hati jadi adem rasanya.
Menetapkan Batasan: Bukan Jahat, Tapi Menjaga Apa yang Berharga
Nah, ini bagian yang paling sering disalahartikan sebagai egois. Yap, menetapkan batasan diri. Dulu aku juga pernah banget merasa, kalau aku nolak permintaan orang lain, kalau aku nggak mau ikut kemauan orang lain, kalau aku minta orang lain buat nggak sembarangan ngomong kasar ke aku, aku merasa aku jahat, aku merasa aku orang yang nggak enakan. Aku pikir, “Kan, kalau aku nurut terus, aku jadi orang baik dong?”
Tapi ternyata salah. Menjadi orang baik itu indah, tapi menjadi orang baik yang sampai merugikan, menyakiti, atau mengorbankan diri sendiri itu namanya bukan kebaikan, itu namanya melukai diri sendiri. Mencintai diri sendiri itu artinya kamu tahu batas mana yang boleh dilanggar dan mana yang enggak. Kamu berhak bilang TIDAK kalau itu bikin kamu nggak nyaman. Kamu berhak minta dihargai. Kamu berhak menjauh dari lingkungan atau orang-orang yang bikin kamu merasa kecil, merasa buruk, atau merasa lelah terus-menerus.
Ingat ya: Menetapkan batasan itu bukan berarti kamu benci orang lain, tapi kamu sedang mencintai dan menjaga diri kamu. Kamu itu berharga, jadi wajar banget kalau kamu jaga diri kamu kayak kamu jaga barang berharga atau orang yang kamu sayang. Kamu nggak bakal biarin orang sembarangan nyakitin orang yang kamu sayang, kan?
Nah, sama halnya sama diri sendiri. Menjaga diri itu kewajiban.
Kenapa Ini Bukan Egois?
Banyak yang bilang “Ah, mikirin diri sendiri terus, egois banget.” Coba deh aku tanya balik. Bisa nggak kamu kasih air minum ke orang lain, kalau gelas kamu sendiri kosong kering kerontang?
Bisa nggak kamu bantu orang lain, kalau kaki kamu sendiri lagi patah dan susah berdiri?
Jawabannya: Nggak bisa.
Justru, saat kamu belajar mencintai diri sendiri, merawat diri, bahagia dengan diri sendiridi situlah kamu jadi punya hati yang cukup penuh buat kasih ke orang lain. Orang yang mencintai dirinya dengan benar, dia nggak akan nyakitin orang lain. Orang yang merasa dirinya berharga, dia bakal lebih gampang menghargai orang lain juga. Jadi percayalah, mencintai diri sendiri itu langkah awal buat bisa mencintai dunia dan orang-orang di sekitarmu dengan lebih indah dan tulus.
Itu bukan egois, itu pondasi segalanya.
Mulai Saja, Perlahan Nggak Apa-Apa
Teman-teman.....
Mencintai diri sendiri itu bukan tugas sekali jadi, bukan perkara kamu beli satu barang mahal terus selesai. Ini adalah perjalanan seumur hidup. Kadang kamu berhasil, kadang kamu lupa, kadang kamu jatuh lagi dan keras sama diri sendiri. Nggak apa-apa kok, namanya juga belajar. Yang penting, kamu mulai saja dulu, ya. Mulai dari ngomong halus ke diri sendiri. Mulai dari memaafkan kesalahan masa lalu.
Mulai dari berani pasang batasan yang sehat. Ingat pesan ini baik-baik. Kamu berharga, berharga banget, cuma karena kamu ada. Nggak perlu alasan lain, nggak perlu harus jadi sempurna dulu, nggak perlu harus bisa segalanya dulu. Kamu cukup, kamu berarti, dan kamu layak dicintai terlebih lagi oleh dirimu sendiri.
Semoga tulisan ini bisa jadi pengingat manis dan penenang hati buat kita semua. Semoga kita semakin hebat menyayangi diri sendiri, supaya kita juga makin jago menyebarkan kebaikan ke sekitar.
Terima kasih sudah meluangkan waktu buat baca sampai akhir. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar